PENTAKOSTA Kala itu..


Perayaan Hari Pentakosta di Mojowarno 20 Mei 1923 terasa sangat istimewa. Terasa pas, Roh Kudus telah turun diatas kepala kepala orang Jawa itu.

Bukan karena efek kebangkitan nasional saja. Kebangkitan Yesus yang terutama. Setelah itu, lima puluh hari kemudian Roh Kudus turun. Hari itu Jemaat Mojowarno dinyatakan merdeka. tuntutan untuk mandiri menyetujui Konferensi Misionaris. Tiga syarat rujukan saat itu, Trias Warneck (mengatur diri sendiri, membiayai sendiri, mengembangkan diri sendiri) terpenuhi.

Cita-cita yang sudah lama terpendam. Dimulai sejak tahun 1913, beberapa anak muda ingin mandiri. Lepas dari bayang-bayang Pendeta zending (Belanda). Sayangnya usulannya ditolak. Selanjutnya tahun 1919 mendapatkan Pendeta Pribumi sendiri, Driyo Mestaka.

 AJC Krafft, menuliskan laporan peristiwa itu :

 Kebaktian dimulai dengan nyanyian "Himne Ascends Out of Zion's Halls." Kemudian cerita Pantekosta dibacakan. Kemudian berdoa.

Pendeta JMS Baljon adalah pembicara pertama. Dengan suara gemetar karena emosi berkata,   "Gereja Kristen dimulai pada hari Pentakosta. Roh Tuhan dicurahkan pada hari Pentakosta. Dengan roh itu Anda adalah anak-anak Tuhan. Sekarang setelah kami memperhatikan bahwa Roh Tuhan hidup dan bekerja di dalam Anda, kami ingin memberi Anda kebebasan. Biarkan diri Anda dibimbing oleh Roh itu, maka Tuhan akan memberi Anda kekuatan untuk melanjutkan di jalan juga yang telah Anda pilih. Jadilah pembawa cahaya Tuhan!"

Setelah itu ia melangkah maju, ajukan pertanyaan :

1. Apakah Anda percaya bahwa Yesus Kristus, kepala gereja, telah memanggil Anda untuk melayani saudara-saudara Modjowarno di Jawa?

2. Maukah Anda membuat janji bahwa Anda akan memenuhi tugas Anda, bersama dengan saudara-saudara seiman lainnya, percaya kepada Roh Kudus, yang juga diam di dalam hati Anda?

Pendeta Jawa kami (Driyo Mestaka) menjawab dengan sangat haru. Dalam doa, jemaah bernyanyi kepadanya: "Biarlah Jiwa-Mu membantu dan mendukung dia dan semakin menginspirasi dia."

 


Maka seluruh pengurus Raad Greja Alit itu harus menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

1. Apakah Anda percaya bahwa Yesus naik ke surga, dan setelah itu Roh Kudus dicurahkan ke bumi pada hari Pentakosta untuk menggantikan Dia?

2. Percayakah Anda bahwa jemaat Kristen-Jawa muncul bukan hanya oleh manusia, tetapi juga oleh karya Roh Kudus, yang dicurahkan ke bumi?

3. Apakah keinginan Anda untuk menjadi lebih jelas pada hari bahwa dalam mengikuti Yesus, kepala gereja, Anda harus dipimpin oleh Roh Kudus?

Tiga puluh pria itu menundukkan kepala dan berdoa kepada Tuhan agar mereka setia dalam pelayanan ini.

Penatua misionaris berbicara kepada mereka. Dalam pidatonya, Mr. Crommelin mengenang Paulus Tosari, kepada misionaris Jellesma, J. dan A. Kruyt, dan pada dakwah masa lalunya di tengah-tengah mereka. Sebelum sepuluh tahun, tidak terbayangkan jemaat dapat mengungkapkannya dengan cepat. Dia menguraikan atas langkah penting ini. Atas nama NZG ia menyatakan Jemaat Mojowarno mandiri dengan masa percobaan 5 tahun. Selama itu akan tetap berhubungan dengan misionaris di Mojowarno.

Setelah kebaktian, orang Jawa dan Eropa berjalan ke teras belakang rumah kapandhitan yang luas. Banyak pidato menyusul di sana. Dokter djawa kami, Ismael membacakan ucapan selamat telegraf dari Belanda. Kiriman ucapan dari pengurus Zending disana. 

Era baru telah dimulai. Gereja induk telah mendahului. Jemaat lain akan segera mengikuti teladannya.

Beginilah cara kita melihat Kerajaan Allah datang !

Posting Komentar

0 Komentar