Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Bulan Oikoumene merupakan momentum bagi gereja-gereja di Indonesia untuk kembali menghayati panggilan sebagai satu tubuh di dalam Kristus. Keesaan gereja adalah anugerah sekaligus panggilan Allah, yang memampukan gereja melampaui perbedaan denominasi, suku, dan budaya, sehingga menjadi tanda kasih Kristus di tengah dunia yang terpecah. Keesaan ini hanya mungkin terwujud ketika gereja menempatkan Yesus Kristus sebagai Kepala, serta hidup dalam tutunan dan kuasa-Nya.
Keesaan bukanlah keseragaman, melainkan harmoni dalam kepelbagaian. Setiap gereja mempunyai keunikan, namun semuanya dipersatukan oleh kasih Kristus sebagai satu tubuh. Tiap anggota menjalankan panggilan dan berjanji, sehingga keesaan menjadi nyata dalam kehidupan bersama.
Dalam terang panggilan keesaan tersebut, firman Tuhan dalam Yesaya 42:10 mengundang seluruh ciptaan untuk memuliakan Allah: “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi, hai Kamu yang turun ke laut, hai segala isinya, pulau-pulau dengan segala penduduknya.”
Seruan ini menegaskan bahwa pujian kepada Allah tidak hanya melibatkan manusia, melainkan seluruh ciptaan—laut, pulau-pulau, dan segala isinya. Damai sejahtera Allah tidak hanya dialami oleh manusia, tetapi juga oleh seluruh ciptaan.
Oleh karena itu, gereja dipanggil untuk mengalami dan menghadirkan kedamaian sejahtera Allah bersama seluruh ciptaan. Gereja tidak boleh membatasi kesejahteraan hanya bagi dirinya sendiri, melainkan harus merangkul kehidupan bersama dengan alam—laut, darat, tumbuhan, dan segala makhluk hidup. Inilah wujud keesaan yang utuh: bukan hanya kesatuan antargereja, tetapi juga keterhubungan yang harmonis dengan seluruh ciptaan Allah.
Dalam perayaan HUT ke-76 Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), gereja-gereja diajak untuk semakin menyadari konteks Indonesia sebagai negara kepulauan. Laut dan pulau-pulau bukan sekadar latar geografis, melainkan ruang kehidupan dan pelayanan. Oleh karena itu, persekutuan, kesaksian, dan pelayanan gereja perlu menjangkau serta merawat laut dan segala isinya sebagai bagian dari tanggung jawab iman.
Dengan memelihara ciptaan, gereja turut menghadirkan kedamaian sejahtera Allah bagi seluruh kosmos—langit, bumi, laut, dan segala makhluk yang memuliakan-Nya. Di dalamnya keesaan Tubuh Kristus menemukan maknanya yang lebih luas: gereja bersatu bukan hanya di dalam dirinya sendiri, tetapi juga berjalan bersama seluruh ciptaan dalam damai sejahtera Allah.
Inilah panggilan ekumenis kita: berjalan bersama, merawat bumi, memperjuangkan keadilan, dan mempersembahkan kasih Allah bagi semua ciptaan, sehingga nyanyian baru bagi Tuhan bergema di seluruh bumi.
Kiranya kita diteguhkan sebagai satu Tubuh Kristus yang hidup dalam kasih, berjalan dalam damai, dan bekerja bersama seluruh ciptaan untuk menghadirkan kedamaian sejahtera Allah di bumi.
Akhirnya, kami mengajak seluruh gereja merayakan HUT ke-76 PGI dengan hati yang terbuka untuk mengalami kedamaian sejahtera-Nya, sambil bersama seluruh ciptaan:
“Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN...” (Yesaya 42:10).
Teriring salam dan doa
Majelis Pekerja Harian PGI
Pdt. Jacklevyn F. Manuputty
Ketua Umun
Pdt. Darwin Darmawan
Sekretaris Umum
0 Komentar