Hari Raya Undhuh-Undhuh GKJW Jemaat Mojowarno dilaksanakan tanggal 10 Mei 2026. Tradisi turun temurun ini di tahun 2019 telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kemendikbudristek Republik Indonesia. Budaya selaras dengan mayoritas penduduk awal Mojowarno adalah petani. Catatan sejarah Mojowarno dibuka oleh tiga keluarga Kristen. Tahun 1844 Hutan Kratjil di distrik Wirosobo yang terkenal wingit dan angker dibuka menjadi lahan pertanian dan pemukiman.
Rangkaian Riyaya Undhuh – Undhuh Mojowarno ini sudah dimulai dari minggu yang lalu. Mulai jalan sehat, malam seni dan budaya, bazar. Ditiap Blok di Jemaat Mojowarno mulai persiapan membangun bangunan undhuh –undhuh dengan tema dan konsepnya masing-masing.
Acara ini diawali dengan tari Bedhayan Undhuh – Undhuh. Tarian lintas iman yang menceritakan proses bertani, kebetan, keleman sampai saat panen tiba. Syair-syair rapalan Coolen saat mulai menanam padi juga lirih terdengar.
Bangunan arak-arakan dari Blok Mojowarno, Mojowangi, Mojoroto, Mojodukuh, Mojojejer, Mojotengah ditambah dari Rumah Sakit Kristen Mojowarno mulai ditampilkan. Mereka menampilkan bangunan undhuh-undhuh dengan tema yang berbeda-beda. Tapi hanya satu yang sama, ada pari dengan tangkainya. Bangunan itu lalu diarak dengan iringi pujian dan tarian ucapan syukur.
Hasil di bumi dan ada juga hewan (ayam dan kambing) yang diarak itu dilelang, hasilnya dipersembahkan ke gereja. Malam harinya dilaksanakan pagelaran wayang kulit Ki Dalang Anom Dwijo Kangko dengan hiburan lawak Percil, cs.
Kepala Desa Mojowangi Pramonohadi yang ditemui disela-sela acara, berharap tradisi leluhur ini lestari.
“Warga anak, remaja dan pemuda agar terus belajar dan memahami sejarah. Karena merekalah yang nantinya akan menjadi penerus melestarikan budaya dan iman Mojowarno ini.”
Wiryo Widianto, warga Mojoroto yang juga penulis buku Sejarah Undhuh-Undhuh Mojowarno juga berharap sama.
“Perlunya mengajarkan dan regenerasi penerus tentang sejarah dan budaya Undhuh-Undhuh ini. Karena generasi tua tidak akan selamanya menjaganya.”
Cuplikan Tari Bedhaya Undhuh – Undhuh.
Foto & video : Penabur.id / Hadiyanto




0 Komentar