“Menjaga Kehidupan, Memperkuat Persekutuan, dan Merawat Keutuhan Ciptaan”
Saudara-saudari terkasih, salam sejahtera dalam kasih Kristus!
Berbagai bencana yang terjadi di banyak wilayah Indonesia akhir-akhir ini telah menimbulkan penderitaan serta dampak yang serius bagi manusia dan alam. Berbagai informasi yang beredar tentang potensi bencana juga menimbulkan kecemasan masyarakat. Dalam situasi ini, gereja dipanggil untuk mewujudkan kepedulian, menghadirkan ketenangan, serta mengajak umat untuk waspada dalam menghadapi berbagai kemungkinan. Sebagai satu tubuh Kristus, penderitaan yang dialami oleh satu bagian tubuh adalah penderitaan kita bersama.
Mengurangi Risiko, Menjaga Kehidupan
Bencana mengingatkan kita bahwa kehidupan manusia begitu rentan dan tidak terpisahkan dari alam serta seluruh ciptaan. Ketika hutan terbakar, gunung bergolak, udara tercemar, atau lingkungan rusak, kehidupan bersama ikut terluka. Oleh karena itu, pengurangan risiko bencana merupakan bagian dari tanggung jawab kita dalam menjaga kehidupan.
Gereja dipanggil untuk hadir sebelum, saat, dan sesudah bencana. Kita dapat memulainya dari keluarga, jemaat, dan komunitas dengan mengenali risiko di wilayah masing-masing, memahami tanda-tanda bahaya, mengetahui jalur bantuan dan tempat aman, serta menyiapkan kebutuhan dan rencana kedaruratan.
Iman tidak hanya mengajak kita bertindak ketika bencana terjadi, tetapi juga mempersiapkan diri, saling menjaga, merawat alam, dan membangun kehidupan yang lebih tangguh. Kesiapsiagaan bukan tanda ketakutan, melainkan wujud tanggung jawab iman terhadap kehidupan yang Tuhan anugerahkan. Dalam menghadapi risiko, kami dipanggil untuk tetap tenang, mencari informasi yang dapat dipercaya, dan mengikuti Arahan pihak yang berwenang.
Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya. Membangun ketangguhan berarti memastikan bahwa tidak ada yang ditinggalkan. Pada saat yang sama, kami dipanggil untuk menjaga lingkungan, menggunakan sumber daya secara bertanggung jawab dan secukupnya, serta menolak keserakahan yang kehidupan berkontribusi dan alam demi kepentingan tertentu. Dalam semangat keugaharian, kita belajar mencukupi kebutuhan diri dan menjaga bumi sebagai rumah bersama.
Dengan demikian, gereja menjadi komunitas yang belajar, bersiap, mencegah, melindungi, dan bertindak. Menjaga kehidupan adalah panggilan iman, dan mengurangi risiko bencana merupakan bagian dari panggilan tersebut.
Merawat Ciptaan sebagai Panggilan Iman
Bumi adalah rumah bersama bagi seluruh ciptaan Allah. Hutan, sungai, laut, gunung, tanah, hewan, tumbuhan, dan manusia berada dalam satu jejaring kehidupan yang saling terhubung. Oleh karena itu, kerusakan alam adalah ancaman terhadap kehidupan dan tuntutan tanggung jawab iman kita.
Gereja hadir untuk mewujudkan iman melalui tindakan nyata: menjaga kehidupan, merawat bumi, memperjuangkan perlindungan ekologis, dan memastikan generasi mendatang tetap memiliki rumah kehidupan yang layak. Merawat ciptaan berarti menghormati karya Allah dan menjalankan tanggung jawab yang dipercayakan-Nya kepada kita.
Dalam semangat keugaharian, gereja dipanggil untuk belajar mencukupkan diri, menggunakan sumber daya secara bertanggung jawab, dan menghidupkan semangat berbagi dengan sesama. Oleh karena itu, kami turut menjaga bumi sebagai rumah bersama yang baik bagi seluruh ciptaan, kini dan bagi generasi yang akan datang.
Memperkuat Persekutuan: Doa Bersama Gereja-Gereja di Indonesia
Sebagai wujud persekutuan dan solidaritas, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) mengajak seluruh gereja anggota PGI untuk menaikkan doa bersama bagi saudara-saudara yang terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia. Doa bersama akan kita laksanakan di masing-masing jemaat dalam ibadah Minggu, 13 September 2026.
Secara khusus, kami mendoakan:
- Saudara-saudara yang berada di sekitar gunung api yang mengalami letusan , khususnya masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau di Lampung, Gunung Sinabung di Sumatera Utara, Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Ili Lewotolok dan Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur, dan Gunung Semeru di Jawa Timur. Kita berdoa agar Tuhan selalu melindungi masyarakat yang berada di wilayah terdampak bencana serta memberikan ketenangan, kekuatan, kesehatan, dan pengharapan di tengah situasi yang mereka hadapi.
- Saudara-saudara yang menghadapi kebakaran hutan dan lahan serta dampak asap , antara lain Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Papua, Papua Barat, dan Papua Tengah. Kita berdoa agar kehidupan manusia, hewan, tumbuhan, dan seluruh ciptaan tetap terpelihara. Kita berdoa agar masyarakat yang terdampak kebakaran dan secepatnya diberi kesehatan dan segera mendapatkan pertolongan. Kiranya semakin tumbuh kesadaran dan tanggung jawab kita bersama untuk merawat bumi sebagai rumah bersama.
- Saudara-saudara yang masih menjalani proses pemulihan pascabencana , khususnya di Nusa Tenggara Timur, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kita berdoa bagi keluarga yang berduka, para penyalin, anak-anak dan kelompok rentan, relawan, tenaga kesehatan, aparat, gereja-gereja, serta lembaga kemanusiaan yang hadir melayani di tengah situasi bencana. Kiranya proses pemulihan berjalan dengan baik, kebutuhan para penyedia terus mendapat perhatian dan dukungan, serta solidaritas berbagai pihak semakin kuat.
Saudara-saudari-nya,
Dalam semangat bersekutu, kita berdoa bersama, bersiap bersama, bertindak bersama, dan bangkit bersama. Kita tidak berjalan sendiri karena kita adalah satu tubuh di dalam Kristus.
Kiranya kasih dan damai sejahtera Allah senantiasa menyertai kita dalam menjaga dan merawat kehidupan. Kiranya Tuhan menguatkan yang lemah, menghibur yang berduka, melindungi yang terdampak bencana, dan memakai gereja-Nya menjadi tanda kasih dan pengharapan di tengah dunia yang sedang terluka.
Tuhan membantu sesama dan pelayanan kita bersama.
Jakarta, 07 September 2026
Majelis Pekerja Harian PGI
Pdt. Jacklevyn F. Manuputty
Ketua Umum
Pdt. Darwin Darmawan
Sekretaris Umum
0 Komentar