PGI Prihatin dengan Penembakan Pilot dan Kopilot di Papua Selatan

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya penembakan terhadap pilot dan kopilot pesawat sipil Grand Caravan PK SNR milik PT Smart Aviation di Papua Selatan. PGI menyampaikan keprihatinan itu setelah pada 11 Februari 2026 sekitar pukul 12.38 WIT telah terjadi penembakan yang mengakibatkan pilot dan kopilot dari maskapai tersebut tewas.
Pesawat tersebut sedang menempuh rute dari Tanah Merah menuju Danauwage Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Setelah tiba di Bandara Koroway Batu, para kru dan seluruh penumpang pesawat langsung berlari menuju hutan karena keadaan di bandara sedang berbahaya. Namun, saat berada di hutan, pilot Capt. Egon dan kopilot Capt. Baskoro ditangkap orang tak dikenal. Capt. Egon dan Capt. Baskoro kemudian dibawa ke landasan pacu bandara dan tewas disana.
Merespon tragedi ini, dalam pernyataan sikapnya, PGI "menyampaikan dukacita yang mendalam atas wafatnya kedua awak pesawat, serta mendoakan agar Tuhan memberikan kekuatan, penghiburan, dan pengharapan bagi keluarga yang ditinggalkan." Disamping itu PGI juga "mengecam dengan keras segala bentuk kekerasan yang menargetkan warga sipil." Ini merupakan komitmen PGI untuk ikut memperjuangkan perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) yang selama ini kurang begitu diperhatikan di Papua.
Organisasi yang sekarang dipimpin oleh Pdt. Jacklevyn F. Manuputty ini juga mendesak pemerintah Republik Indonesia mengubah pendekatannya terhadap Papua. PGI meminta pemerintah mengakhiri operasi militer di Papua. Sebab selama lima dekade, pendekatan militeristik tidak membawa keberhasilan apapun tetapi malah mengakibatkan trauma yang berkepanjangan.
Melalui pernyataan sikap itu, PGI juga menegaskan pentingnya dialog yang inklusif , bermakna, dan berbasis HAM sebagai jalan utama guna mengakhiri konflik di Papua.

Posting Komentar

0 Komentar